Halaman

Tampilkan postingan dengan label Dunia Alkitab dan Renungan Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Alkitab dan Renungan Rohani. Tampilkan semua postingan

Pilihan Kebebasan Manusia

Lumba-lumba yang melompat bebas ke udara.

Lihatlah kedua lumba-lumba ini melompat dengan bebas ke udara. Mereka menikmati kebebasannya. 
Sungguh sebuah pemandangan yang indah. 

Kebebasan merupakan hal yang indah untuk dirasakan dan dinikmati.

Dalam hidup ini kita diberikan dua pilihan kebebasan, yaitu membebaskan diri dari belenggu dosa dan bebas berbuat baik, atau membiarkan diri tetap terbelenggu dosa dan bebas berbuat dosa.

Manusia telah diberikan kehendak bebas (free Will) oleh Tuhan sehingga manusia bebas membuat pilihan/keputusan berdasarkan hati dan pikiran, tanpa diatur-atur oleh Tuhan seperti robot.

Ketika seseorang memilih untuk melakukan sesuatu yang berdosa maka dia secara otomatis menjauhkan diri dari Tuhan. Dia mengabaikan panggilan dan bimbingan Tuhan dalam hidupnya. Dia lebih memilih bersekutu dengan setan dan bebas melakukan dosa.

Akan tetapi, ketika seseorang memilih untuk membebaskan diri dari dosa, maka dia akan membutuhkan Tuhan. Dia akan menyambut uluran Tangan Tuhan karena dia tak sanggup berjalan sendiri. 

Bersama Tuhan dia terbebas dari dosa dan bisa melakukan perbuatan-perbuatan baik dengan bebas, dengan lepas, seperti lumba-lumba yang melompat ke udara. Itulah keindahan yang hakiki.

Tuhan memberkati! 

Ingin Memulai Usaha? Ingin bangkit? Lakukan Hal Ini Terlebih Dahulu

Bro end sis, ingin memulai suatu usaha atau sedang berusaha mencapai sesuatu? Sebaiknya kita renungkan dulu kata-kata bijak dari Santo Agustinus berikut ini: 

"Engkau ingin bangkit? Mulailah dengan turun ke bawah. Engkau merencanakan membangun menara yang menembus awan? Letakkan dahulu fondasi kerendahan hati. 
Kesombonganlah yang mengubah malaikat menjadi iblis. Kerendahan hatilah yang membuat manusia seperti malaikat.” 

Santo Agustinus mengajarkan kita agar memulai segala sesuatu dengan kerendahan hati. Kerendahan hati merupakan keutamaan Kristiani yang paling mendasar dan lawan dari kesombongan. Allah menyukai orang yang rendah hati, dan tidak menyukai orang yang sombong.  Iblis adalah malaikat yang jatuh ke dalam dosa karena kesombongan ingin menjadi setara dengan Allah. Adam dan Hawa pun jatuh ke dalam dosa yang sama yaitu kesombongan ingin menjadi sama seperti Allah. Kesombongan merupakan akar semua dosa. 

Dalam Lukas 18:9-14, Yesus memberikan perumpamaan tentang orang Farisi dengan pemungut cukai. Yesus membandingkan keduanya yang datang berdoa di dalam Bait Alah. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dengan panjang. Isinya hanya untuk menyombongkan dirinya, menganggap diri benar, dan memandang rendah yang lain. Sedangkan pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh dan berdoa dengan tak mampu menengadah ke langit, memukul diri, dan berkata, "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini." Yesus menyatakan bahwa pemungut cukai itu akan pulang sebagai orang yang dibenarkan Allah, sedangkan orang Farisi itu tidak. Lalu, Yesus menjelaskan penyebabnya dengan berkata, 

"Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." 

Doa mempunyai kekuatan yang dahsyat. Berdoa merupakan cara orang beriman untuk berkomunikasi dengan Allah, Pencipta langit dan bumi. Agar doa kita dibenarkan Allah, berdoalah dengan penuh kerendahan hati dalam segala usaha dan aktivitas kita setiap hari. Usaha tanpa doa akan menjadi kesombongan. Andalkan Tuhan dalam memulai dan menjalankan setiap usaha dan aktivitas kita. Percayalah bahwa Allah akan mendengarkan doa kita, dan memberikan yang terbaik bagi kita, seperti kata Yesus dalam Markus 11:24, 

“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” 

Jadi, bro and sis, mulailah segala usaha dan aktivitas kita dengan cara yang benar, mulailah dengan berdoa penuh iman dan kerendahan hati. Bekerjalah dengan giat dan pantang menyerah. Semoga dengan semakin besarnya usaha kita, maka iman kita menjadi semakin besar, bukan sebaliknya semakin merosot. Kita menjadi semakin rendah hati, bukan sebaliknya menjadi semakin sombong. Carilah terlebih dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, dekatkan diri terlebih dahulu kepada Allah, maka semua usaha dan aktivitas kita akan diberkati, dibimbing, dan dilindungi oleh Allah Yang Mahakuasa. Allah akan menambahkan berkatnya bagi kita, seperti kata Yesus dalam Matius 6:33, 

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” 

Semoga Firman Tuhan dan kata-kata bijak dari Santo Agustinus ini bisa terus kita ingat sebagai pedoman bagi kita dalam memulai dan menjalankan semua usaha dan aktivitas kita setiap hari. Semoga kita selalu memulai segala sesuatu dengan berdoa penuh iman dan kerendahan hati. Semoga kita terus menjalankan seluruh usaha dan aktivitas kita dengan penuh iman dan kerendahan hati, dan terus mengisinya dengan doa. Terima kasih. Tuhan memberkati! 🙏 

Renungannya dalam bentuk video:

Kontrol Lidah, Jaga Lisan


Sebelum ini saya pernah sharing pengalaman sekaligus membahas tentang cara mengontrol lidah kita dalam hal makan dan minum. Sekarang saya akan membahas cara mengontrol lidah kita dalam hal bertutur kata yang tentunya berpedoman pada Alkitab. 
Cara mengontrol lidah dalam hal makan dan minum bisa dibaca dalam link di bawah ini: 

Sebelum kita membahas cara mengontrol lidah kita dalam hal bertutur kata, kita baca dulu Yakobus 3 yang akan kita jadikan sebagai pedoman dalam bertutur kata yang baik. 

Yakobus 3 
3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat. 
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. 
3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. 
3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi. 
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. 
3:6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. 
3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, 
3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan. 
3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, 
3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. 
3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? 
3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar. 

Bro and sis, kita pasti pernah atau sering mendoakan perdamaian dunia, perdamaian bangsa dan negara, hingga perdamaian dalam keluarga, dalam setiap doa pribadi kita sendiri atau doa bersama. Doa ini adalah berkat yang keluar dari mulut kita, tetapi sayangnya, dari mulut kita juga terkadang keluar kutuk atau perkataan yang tidak menyenangkan yang kemudian menciptakan atau memperbesar masalah.
Yang kerap kali menjadi pertanyaan, bagaimana caranya agar perdamaian itu bisa terwujud mengingat banyaknya perkataan menyakitkan yang keluar dari mulut orang atau banyaknya peristiwa tidak menyenangkan yang terjadi yang membuat orang-orang sulit berdamai? 
Damai itu tentu harus dimulai dari diri sendiri sebelum kita berharap orang lain berdamai dengan diri kita. Kasih menjadi dasar terciptanya perdamaian. Perintah untuk saling mengasihi adalah perintah Yesus sendiri yang harus kita wujudkan dalam bentuk perbuatan baik atau perbuatan kasih (lih. Mat. 22:37-40; Mrk. 12:29-31; Yoh. 15:12-14; Mat. 25:35-40). 

Di mana ada cinta kasih di situ ada pengampunan dan damai. Jika kita berada dalam masalah yang kita buat sendiri atau ikut terseret dalam masalah orang lain, kita harus tetap menjaga agar api cinta kasih itu tetap menyala dalam hati kita, tidak padam berganti api amarah, kebencian, dan dendam. Kita harus belajar bersabar, berpikir positif, saling memaafkan, saling memahami, saling menghargai dan menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kita harus menciptakan toleransi dengan orang lain sehingga kita dapat belajar untuk menerima dan menghargai perbedaan. 
Untuk mencegah kita membuat masalah atau memperbesar masalah, maka kita dapat memulainya dengan mengontrol salah satu anggota tubuh kita yang kecil yaitu lidah. Menurut Yakobus, lidah mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan kehidupan seseorang. Lidah bisa mengeluarkan berkat, bisa pula mengeluarkan kutuk, sehingga sangat penting bagi kita untuk mengontrol lidah kita atau menjaga lisan kita. Untuk itu, kita akan mulai membahas ayat-ayat dalam Yakobus 3.

Yakobus 3 
3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Ayat 1 dan 2 berisi tentang peringatan kepada orang-orang yang suka menjadi guru atau suka menggurui. Kata "guru" dalam Yakobus 3 ini mempunyai dua arti. Yang pertama, guru menurut KBBI berarti orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Sedangkan yang kedua, guru memiliki arti yang mirip dengan kata kerjanya yaitu "menggurui", yang menurut KBBI menggurui berarti yang menjadikan dirinya sebagai guru (dengan mengajari, menasihati, dsb). 
Arti kata guru yang kedua atau kata menggurui ini cenderung berkonotasi negatif, contohnya dalam kalimat: 
- "Kamu tidak perlu menjadi guru bagi kami." 
- "Kamu tidak perlu menggurui kami." 
Kedua kalimat ini sering ditujukan untuk orang-orang yang dianggap sok menggurui, sok mengajari, atau sok menasehati. 

Jadi, maksud Yakobus memberikan peringatan agar banyak orang jangan mau menjadi guru adalah bukan untuk melarang kita untuk berprofesi sebagai guru, tetapi agar kita jangan sok menjadi guru atau sok menggurui orang lain. Sebab, orang yang suka menggurui biasanya akan merasa selalu benar atau merasa tidak salah, dan akan memaksakan kehendaknya kepada orang lain meskipun berada di waktu, tempat, dan situasi yang tidak tepat. Terkadang juga mereka menggunakan kata-kata yang kurang tepat sehingga orang yang diajari, dinasehati, ditegur, atau dikritik merasa tersinggung, direndahkan, atau dipermalukan. Bahkan ada orang yang suka menggurui, tetapi tidak punya pengalaman dan dasar pengetahuan yang kuat tentang apa yang diajarkannya, atau dia belum pernah melakukan apa yang diajarkannya, baru sebatas perkataan saja. Jika kita merasa sering melakukan hal-hal di atas berarti kita termasuk orang yang suka menggurui. 
Dalam situasi tertentu, ketika teguran/kritik kita tidak didengarkan, kemauan kita tidak dituruti, maka kata-kata kita menjadi sulit dikontrol karena mulai dikuasai emosi dan keluarlah kata-kata keras/kasar. Kita memaksakan pola pikir atau sudut pandang kita, tanpa berusaha melihat dan memahami pola pikir atau sudut pandang orang lain. Kita terlalu banyak mengambil porsi berbicara dan sangat sedikit mendengarkan. Kita merasa bahwa kitalah yang benar sehingga perkataan dan kehendak kita yang harus didengarkan dan dituruti. Pada saat inilah kita sedang menggurui orang lain.

Kita semua sebenarnya bisa mengajar meskipun kita bukan berprofesi sebagai seorang guru, asalkan kita punya pengetahuan dan pengalaman yang memadai tentang hal yang akan kita ajarkan. Namun, yang terpenting kita harus belajar Firman Tuhan yang akan menjadi dasar hidup kita agar bisa mengajar orang lain dengan baik dan bijak. Untuk mengetahui kualitas seseorang, apakah dia baik dan bijak serta bisa dimintai ajaran atau nasihat, bisa kita dengar dan lihat dari perkataan dan perbuatannya. 
Dalam Alkitab para tua-tua, sesepuh, atau orang yang dituakan sering dimintai ajaran atau nasihatnya karena usia dan pengalaman mereka. Hal ini sesuai dengan peribahasa yang mengatakan, "Pengalaman adalah guru terbaik". Dengan banyaknya pengalaman yang mereka punya seiring bertambahnya usia, maka semakin banyak pula pengetahuan mereka akan hidup ini yang membuat mereka semakin bijaksana. Begitupun yang terjadi di jaman now ini. Orang tua atau orang yang lebih tua sering mengajari atau menasehati orang yang lebih muda. Tua-tua adat mengajari masyarakat awam tentang adat, guru mengajari anak-anak di sekolah, sedangkan orang tua mengajari anak-anaknya di rumah, dll.
Dalam dunia pekerjaan, organisasi, dll, seseorang yang dianggap senior meskipun berusia lebih muda bisa mengajari juniornya yang berusia lebih tua, bos/pimpinan yang lebih muda bisa mengajari anak buahnya yang lebih tua. Itu terjadi karena pengalaman dan pengetahuan orang yang mengajar dianggap lebih banyak, atau karena profesionalitas kerja antara atasan dan bawahan. Namun, yang perlu dicatat adalah perkataan dan kehendak bos/pimpinan harus dituruti dengan alasan profesionalitas kerja.
Jadi, bukan cuma guru yang bisa mengajar, tetapi orang yang tidak berprofesi sebagai guru pun bisa mengajar asalkan punya pengalaman dan pengetahuan yang memadai, serta itu dilakukan dengan cara yang baik dan bijak sehingga tidak terlihat seperti sedang menggurui. 
Yakobus sudah memberikan peringatan agar janganlah kita sok menggurui atau sok menjadi guru atas diri orang lain, sebab sebagai seorang guru, kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.

Orang yang menggurui orang lain biasanya juga akan menghakimi orang lain tanpa tahu keadaan sebenarnya dari orang yang dihakimi. Dia sering memakaikan kepada orang lain apa yang menjadi standar/ukurannya, dan memaksakan orang lain melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan, padahal setiap orang hidup dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Dia merasa bahwa dirinyalah yang paling benar, sedangkan orang lain divonis bersalah. Dengan demikian, dia tidak hanya bertindak sebagai guru, tetapi dia juga sudah bertindak sebagai hakim atas diri orang lain. 
Dia lalu mulai menggosipkan orang lain tanpa tahu pergumulan sebenarnya yang dihadapi orang itu. Dia tidak tahu perjalanan hidup, masalah, kondisi kesehatan jasmani dan jiwa orang yang digosipkan itu, dll. Gosip itu tentu sangat merugikan karena membunuh karakter atau mencemarkan nama baik orang lain dan merusak masa depan mereka. Gosip itu selain belum tentu benar, ada bumbu yang sudah ditambahkan sehingga gosip itu terasa semakin pedas. Sebuah cerita yang pada mulanya berawal dari versi A, kemudian beredar dari mulut ke mulut menjadi versi B --> C --> D --> E --> F --> G hingga akhirnya menjadi versi Z. 
Dalam gosip inilah sering terjadi penghakiman yang lebih luas dan besar, seperti halnya seseorang yang dikeroyok massa dalam penghakiman jalanan tanpa kesempatan membela diri. Gosip dan penghakiman bisa mengakibatkan orang menderita. 

Yakobus 3 
3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.

Pada ayat 3 dan 4 ini Yakobus memberikan 2 ilustrasi, yaitu kekang pada mulut kuda dan kemudi kapal. Kedua ilustrasi ini mempunyai inti pengajaran yang sama, yaitu lidah berfungsi seperti kekang dan kemudi, kecil, tetapi kuat. Jika kekang dapat mengatur pergerakan kuda dan kemudi dapat mengatur arah kapal, maka lidah dapat menentukan nasib atau arah kehidupan manusia. Lidah bisa membuat perkara-perkara besar yang membawa orang kepada masa depan yang lebih baik, atau justru menghancurkan masa depan orang lain dan diri sendiri. Lidah bisa membuat hidup orang menderita.

Orang yang bijaksana seharusnya bisa mengontrol lidahnya dengan baik di segala situasi. Dia selalu bisa berbicara dengan sabar, dengan tetap menggunakan akal sehat. Dia tidak akan terpancing emosi dan berkata-kata kasar di saat berada dalam masalah atau perkataannya tidak diterima orang lain. Ketika dia mengalami penolakan, dia tidak akan marah, membenci, merajuk (mengomel atau bersungut-sungut), dsb; sebab itu merupakan sifat yang kekanak-kanakan (childish), sifat yang belum mencerminkan kedewasaan dalam berpikir dan mengelola emosi, jauh dari sifat yang dimiliki oleh orang yang bijaksana.

Yakobus 3
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
3:6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

Ayat 5 dan 6 ini berbicara tentang lidah yang kecil, tetapi dapat membuat perkara-perkara yang besar; sama seperti api yang kecil, tetapi dapat membuat kebakaran hutan yang besar.
Lidah bagaikan api yang dapat membakar dan menghancurkan kehidupan. Dengan lidah manusia dapat berbuat jahat dan menodai kesucian tubuh. 
Untuk itu, sangat penting bagi kita dalam mengontrol lidah kita, menjaga lisan kita. Jangan berkata-kata kasar kepada orang lain karena itu ibarat menyiram bensin ke sebuah api kecil sehingga api itu berkobar-kobar. Kata-kata kasar dapat menyulut emosi orang lain hingga menyala-nyala. Jangan membuat gosip karena itu ibarat melemparkan korek api menyala ke tumpukan daun-daun kering dalam hutan yang bisa menyebabkan api menyebar dan membakar seluruh hutan. Gosip dapat menyebar dengan cepat secepat api yang menjalar dalam hembusan angin dan menghancurkan kehidupan orang.

Lidah yang bagaikan api ini bisa membuat telinga dan hati orang menjadi panas dan terbakar. Sebab itu, kita harus pandai menyaring kata-kata baik yang bisa kita keluarkan dari mulut kita, sehingga kata-kata yang tidak pantas tidak turut keluar dari mulut kita. Kita harus pintar menyaring dan membagikan hal-hal yang hanya bisa dikonsumsi keluarga kita dan hal-hal yang bisa dikonsumsi publik. Kata-kata kita seharusnya membangun, bukan menghancurkan kehidupan orang.

Yakobus 3 
3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

Ayat 7 dan 8 menggambarkan betapa liarnya lidah dan tidak bisa dikuasai manusia. Semua binatang liar di dunia ini dapat dijinakkan manusia, tetapi lidah yang liar ini tidak dapat dikuasai manusia. Lidah ini penuh racun yang dapat membunuh kehidupan manusia. Lidah dapat menyakiti hati orang dan menyebabkan penderitaan. Lidah dapat mencemarkan nama baik atau menghancurkan reputasi orang, dan membunuh masa depannya.

Yakobus 3 
3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Ayat 9 dan 10 ini berbicara tentang lidah yang digunakan untuk memuji Tuhan, dan lidah yang digunakan untuk mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah. Mulut itu seharusnya mengeluarkan berkat bukan kutuk. Mulut yang dipakai untuk memberkati, jangan dipakai untuk mengutuk. Jika mulut kita akan mengeluarkan kutuk sebaiknya diam, jika kata-kata kita akan menghancurkan sebaiknya diam. Pepatah "diam itu emas" masih cukup relevan hingga saat ini. Diam itu masih disamakan dengan emas yang adalah logam mulai berharga yang tidak akan berkarat. Pakailah mulut kita hanya untuk memberkati dan membangun, terutama memuji dan memuliakan Tuhan di sepanjang perjalanan hidup kita.

Yakobus 3 
3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Ayat 11 dan 12 mengandung pesan bahwa kita harus dengan tegas membuat pilihan yang baik dan bijak dalam menggunakan lidah kita, sehingga mulut kita hanya mengeluarkan berkat dan tidak mengeluarkan kutuk. Mulut yang dipakai untuk memuji dan memuliakan Tuhan seharusnya selalu dipakai untuk mengeluarkan berkat bagi manusia, sedangkan mulut yang akan mengeluarkan kutuk sebaiknya ditutup rapat-rapat karena hanya akan menghasilkan penderitaan dan kehancuran bagi manusia. Hanya Tuhan yang berhak mengutuk manusia. 
Mulut yang memuji dan memuliakan Tuhan, dan mulut yang mengeluarkan berkat, jangan dipakai untuk mengeluarkan kutuk. Mulut yang membangun, jangan dipakai untuk menghancurkan. 

Di jaman now ini, medsos biasanya menjadi tempat atau sarana banyak orang untuk menyebarkan keburukan lewat lisan ketika marah, kecewa, dll, atau karena punya tujuan tertentu. Banyak orang tanpa berpikir panjang sering mengeksploitasi sesuatu yang tidak pantas pada khalayak ramai melalui medsos yang akan menjadi rekam jejak digital, yang tentunya jika itu sudah tersebar luas maka akan sulit dihapus atau dibersihkan. Oleh sebab itu, bertindaklah dengan bijaksana dengan menjaga harga diri dan kehormatan keluarga dan orang lain lewat perkataan yang baik.

Kita tidak seharusnya bertindak bodoh dengan perkataan kita karena kata-kata itu tajam seperti pedang (lih Amsal 12:18) dan kata-kata keras membangkitkan amarah (lih. Amsal 15:1).
Lidah bisa menyayat hati, menimbulkan banyak masalah, dan membunuh kehidupan orang. Meskipun luka itu sembuh biasanya akan meninggalkan goresan di hati. Lidah mampu menghancurkan hubungan dalam keluarga, pergaulan, dan pekerjaan, hingga hubungan dalam suatu negara dan antarnegara. Lidah sangat efektif menghancurkan persaudaraan dan persahabatan. 

Sebagai pengikut Yesus kita harus mengambil sikap yang berbeda dengan selalu menjaga perkataan yang keluar dari mulut kita, dan memilih hanya menyampaikan ucapan yang membangun orang lain (lih. Efesus 4:29). 
Pergunakan mulut kita secara baik dan bijak untuk mengeluarkan berkat atau membangun, bukan untuk mengeluarkan kutuk atau menghancurkan. Jangan berbicara seperti orang bodoh khususnya ketika marah, karena itu hanya mengakibatkan kejatuhan dan kebinasaan.
Seperti Amsal menyatakan, “... siapa bodoh bicaranya, akan jatuh. … mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam. … mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. … setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak." (lih. Amsal 10:8,14; 15:2; 20:3)

Lidah memang sulit dikontrol manusia, tetapi lidah bisa dikontrol Tuhan. Untuk itu, kita harus selalu membuka diri terhadap Roh Kudus agar Roh Kudus bekerja dalam diri kita. Dengan melibatkan Tuhan maka hati dan pikiran kita akan selalu diterangi Roh Kudus, lidah kita akan selalu dikontrol Roh Kudus yang menjaga mulut kita dengan menutup bibir tepat pada waktunya agar tidak ada kata yang keluar sembarangan.
Seperti Mazmur menyatakan, “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!” (Mazmur 141:3) 

Berikut ini adalah beberapa kutipan Alkitab yang membicarakan tentang pentingnya menjaga lisan kita:

“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” (Amsal 18:21)

“Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.” (Amsal 13:3)

“Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.“ (Amsal 10:19)

“Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.” (Amsal 17:28)

“Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu.” (Amsal 29:20)

Semangat dalam Tugas Perutusan, meskipun dalam Penderitaan

Lukas 10:1-9 

Yesus mengutus tujuh puluh murid 

10:1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 
10:2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 
10:3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 
10:4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. 
10:5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 
10:6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 
10:7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. 
10:8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, 
10:9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.


Renungan singkat:

Dalam bacaan Injil ini, Yesus mengutus murid-muridnya pergi berdua-dua untuk mewartakan kabar gembira dari-Nya. Yesus berfirman, "Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala."

Dalam hidup, kita banyak menemukan cobaan, hambatan, tantangan, dan persoalan dalam mengabarkan injil dan membawa kebenaran-Nya dalam kehidupan orang-orang di sekitar kita. Kita terkadang ditolak, digosipkan, diremehkan, dsb. Seperti Rasul Paulus yang tidak ingin bermegah selain dalam salib Kristus (lih. Galatia 6:14), demikian juga kita seharusnya bisa bermegah tidak hanya dalam kesuksesan, tetapi juga dalam penderitaan karena Kristus. 

Semoga kita diberikan kekuatan oleh Roh Kudus sehingga kita tetap semangat dan kuat dalam melalukan tugas perutusan yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, tidak hanya dalam kebahagiaan, tetapi juga dalam penderitaan.
Bersukacitalah oleh karena nama kita terdaftar di surga. Semoga demikian. Tuhan memberkati! 🙏

Hendaklah Kita Menjadi Terang bagi Semua Orang

Matius 2:1-12 

Orang-orang majus dari Timur 

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 
2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." 
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem d  di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." 
2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 
2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." 
2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 
2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 
2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 
2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.


Renungan singkat:

Inti yang bisa dipetik dalam bacaan Injil ini, laksana orang-orang majus dari Timur yang dituntun oleh terang bintang hingga sampai ke tempat Yesus dilahirkan, hendaklah kita menjadi terang bagi semua orang dan menuntun orang lain kepada terang itu sendiri yaitu Yesus. Namun, untuk menjadi terang, kita sendiri harus terlebih dahulu mengikuti terang itu yaitu Yesus dengan melakukan semua yang diajarkan dan dicontohkan Yesus, sehingga terang Yesus dapat memancar dari dalam diri kita.

Sudahkah kita mengikuti Yesus dengan melaksanakan ajaran-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Sudahkah kita menjadi terang bagi orang lain dan membawa orang lain kepada terang itu sendiri? Semoga demikian. Tuhan memberkati! 🙏

Yesus Raja Kerajaan Kasih

Lukas 23:35-43 

23:35 Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." 
23:36 Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya 
23:37 dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!" 
23:38 Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi". 
23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" 
23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 
23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." 
23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." 
23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."


Renungan singkat:

Seorang penjahat yang disalibkan di samping Yesus berkata, "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Yesus kemudian memberikan janjinya bahwa hari itu juga dia akan ada bersama dengan Yesus di dalam Firdaus. Dengan iman, penjahat itu selamat. Dengan kasih, Yesus mengampuni orang berdosa.

Yesus datang ke dunia sebagai raja, tetapi bukan seperti raja Daud dengan pasukan yang besar, singgasana yang megah dengan mahkota emas berhias intan permata. Singgasana Yesus adalah salib dengan mahkota duri. Kerajaan Yesus tidak dalam bentuk fisik, tetapi kerajaan Yesus adalah kerajaan 'kasih'. Raja Daud menaklukan bangsa lain dengan pasukan yang besar, tetapi Yesus mempersatukan semua bangsa dengan 'kasih'.

Jika kita mengakui Yesus sebagai raja maka kita harus menunjukkan iman kita dalam perbuatan kasih, kasih terhadap Tuhan dan kasih terhadap sesama. Dalam kasih ada keadilan, pengampunan, dsb. Kasihlah yang mempersatukan manusia dengan Tuhan dan sesamanya.
Apakah perbuatan kita setiap hari sudah berdasarkan kasih...? Semoga demikian. Tuhan memberkati! 🙏

Barang Siapa Meninggikan Diri Akan Direndahkan

Lukas 14:7-11 

Tempat yang paling utama dan yang paling rendah 

14:7 Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 
14:8 "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, 
14:9 supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. 
14:10 Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. 
14:11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."


Renungan singkat:

Inti dalam bacaan Injil ini yaitu orang yang tinggi hati atau sombong akan direndahkan, dan orang yang rendah hati akan ditinggikan.
Kesombongan merupakan akar dari semua dosa dan diperlukan kerendahan hati untuk membasmi kesombongan. Dengan sikap rendah hati, tidak akan ada sekat pembatas antara manusia satu dengan yang lain. Manusia akan mengasihi mereka yang berada di atasnya maupun yang berada di bawahnya, yang kaya atau yang miskin, yang berada dalam kelompoknya maupun di luar kelompoknya. Mereka tidak akan pilih-pilih dalam berbuat baik kepada sesamanya.

Allah Yang Mahatinggi rela turun ke dunia untuk menebus dosa seluruh umat manusia karena kasihnya kepada manusia, tetapi mengapa manusia masih sulit untuk rendah hati dan ingin selalu berada di atas...? 
Kita terkadang merasa sakit saat melihat yang lain naik atau berada di atas, dan merasa senang atau tidak peduli saat yang lain jatuh atau berada di bawah. 
Semoga kita semua senantiasa diberikan berkat kerendahan hati oleh Tuhan dan mampu memeliharanya. Semoga kita tidak menyia-nyiakan berkat Tuhan ini dan lebih memilih pemberian iblis yaitu kesombongan. Sudahkah kita belajar untuk rendah hati...? Semoga demikian. Tuhan memberkati! 🙏

Mengenal Kristus dan Mengalami Kasih Allah

Yohanes 4:1-30 

Percakapan dengan perempuan Samaria 

4:1 Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes 
4:2 --meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, -- 
4:3 Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. 
4:4 Ia harus melintasi daerah Samaria. 
4:5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. 
4:6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. 
Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum." 
4:8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. 
4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) 
4:10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." 
4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? 
4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?" 
4:13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, 
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." 
4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." 
4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini." 
4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, 
4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar." 
4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 
4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah." 
4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 
4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. 
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." 
4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." 
4:26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau." 
4:27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?" 
4:28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: 
4:29 "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" 4:30 Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.


Renungan singkat:

Seorang wanita Samaria yang berdosa kemudian memiliki cara pandang dan cara hidup yang berbeda setelah bertemu Yesus. Ia lalu mengajak orang lain untuk lebih mengenal Yesus. Sama halnya dengan Rasul Paulus yang dulunya bernama Saulus adalah seorang pemberontak yang mengejar-ngejar pengikut Tuhan, tetapi kemudian dia bertobat dan mengalami kasih Allah.
Mereka adalah contoh orang-orang berdosa yang bertobat dan kemudian membawa banyak orang untuk mengenal Kristus, Sang Mesias, dan mengalami kasih Allah.

Marilah kita belajar dari Rasul Paulus dan si wanita Samaria, kita mengajak semakin banyak orang untuk mengenal Kristus dan mengalami kasih Allah. Tinggalkan mentalitas bangsa Israel yang membuat orang lain berdosa dan menderita, sehingga karena dosa-dosa bangsa Israel, Musa tidak diijinkan Allah memasuki tanah terjanji. Semoga kita meninggalkan kebiasaan lama kita yang kurang baik, mental yang kurang baik, yang membuat orang lain berdosa dan menderita.

Marilah kita mengajak sebanyak mungkin orang untuk semakin mengalami kasih Allah. Dalam pertobatan kita, kita mengajak orang lain untuk bertobat dan berbuat baik agar dosa-dosa kita diampuni. Dosa-dosa kita dapat diampuni dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik, seperti berpuasa, berdoa, dan beramal kasih. Saya juga berdosa, tetapi mau bertobat dan mengalami kasih Allah, serta mengajak banyak orang untuk ikut juga merasakan kasih Allah. Semoga juga demikian dengan anda sekalian. Tuhan memberkati! 🙏

Hendaknya Kita Menjadi Terang bagi Orang Lain


Matius 5:13-16 

Garam dunia dan terang dunia 

5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."


Renungan singkat:

Dalam bacaan Injil ini, Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dan terang dunia. Yesus mengajarkan agar kita hendaknya menjadi garam yang dibutuhkan orang karena bermanfaat; agar kita hendaknya menjadi terang yang bercahaya di depan orang, supaya mereka bisa melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Allah Bapa yang di surga. Namun, ini jangan disalahartikan dengan sok dibutuhkan dan pamer perbuatan baik, tetapi ini merupakan teladan atau contoh yang baik yang bisa menginspirasi banyak orang agar turut serta memuliakan Allah dengan berbuat juga kebaikan bagi orang lain.

Perbuatan-berbuatan baik itu berkenan di hadapan Tuhan apabila kita melakukannya dengan tulus dan ikhlas. Kita melakukan perbuatan baik karena tergerak oleh kasih yang tulus dalam hati, bukan karena bertujuan agar kita dianggap superhero yang dibutuhkan orang, untuk pamer, atau karena punya pamrih. Perbuatan baik yang dilakukan agar kita dianggap superhero dan untuk pamer adalah sebuah kesombongan, dan tentu akan dipuji manusia, dan perbuatan baik yang dilakukan dengan pamrih tentu akan dibalas manusia. Akan tetapi, perbuatan baik yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas akan dipuji dan dibalas Allah. 

Marilah kita menjadi garam dan terang bagi orang lain dengan melakukan hal-hal baik dengan tulus dan ikhlas, tanpa sok dibutuhkan, tanpa pamer, dan tanpa pamrih. Semoga Perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan akan membuat orang-orang memuliakan Allah dan terinspirasi untuk ikut melakukan kebaikan. Semoga demikian. Tuhan memberkati! 🙏

Yesus Datang Bukan untuk Meniadakan Hukum Taurat, tetapi untuk Menggenapi

Matius 5:17-37 

Yesus dan hukum Taurat 

5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 
5:21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 
5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 
5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 
5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 
5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 
5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. 
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. 
5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 
5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. 
5:33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 
5:34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 
5:35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 
5:36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 
5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Renungan singkat:

Inti yang bisa diambil dalam bacaan Injil ini adalah Tuhan tidak memberi izin kepada siapapun untuk berdosa. Allah tidak ingin orang yang menyembah dan memuji dia melakukan tindakan yang tidak baik. Allah tidak ingin mereka melakukan tindakan-tindakan yang membela Allah, mengatasnamakan Allah, tetapi merusak dan mengorbankan orang lain. Allah tidak menyukai tindakan mengatasnamakan Allah atau Kitab Suci yang dilakukan hanya untuk menutupi kepentingan pribadi.

Tuhan tidak ingin hidup kita dipenuhi kemunafikan, kepalsuan, kesombongan, dan keegoisan diri, seperti para ahli Taurat dan orang Farisi. Janganlah di depan seseorang kita berkata baik, tetapi di belakangnya kita berkata tidak baik atau jelek tentang orang tersebut. Jika tidak katakan tidak, jika iya katakan iya, karena apa yang lebih dari itu berasal dari si jahat. Yang menajiskan seseorang bukan sesuatu yang masuk dalam hati manusia, tetapi sesuatu yang keluar dari hati manusia.

Menjadi manusia sejati dengan hidup baik tanpa dipenuhi kepalsuan, kemunafikan, kesombongan, dan keegoisan, masih menjadi tantangan dan pergumulan kita semua dalam kehidupan menggereja, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kita harus membuka hati dan membiarkan Roh Allah tinggal dalam diri kita dan membimbing kita. Jadikan Sabda Tuhan sebagai pedoman hidup kita. Semoga demikian. Tuhan memberkati! 🙏

Yesus Adalah Penyelamat Kita Semua

Matius 4:12-17 

Yesus tampil di Galilea 

4:12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. 
4:13 Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, 
4:14 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: 
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- 
4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." 
4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

Renungan singkat:

Yesus datang membawa keselamatan bukan hanya untuk bangsa Israel, tetapi juga untuk bangsa-bangsa lain. Tugas dan panggilan untuk melayani Tuhan menjadi milik kita semua, entah dia pastor, biarawan/biarawati, pengurus Gereja, maupun mereka yang tidak punya jabatan apa-apa dalam Gereja, dsb. Kita semua mempunyai tugas yang satu dan sama yaitu menjadi perpanjangan tangan dari Yesus dalam membawa kabar baik, kabar sukacita bagi semua orang; karena Yesus adalah Penyelamat saya, Penyelamat kamu, Penyelamat kita semua. Semoga demikian. Tuhan memberkati! 🙏

Yesus Adalah Terang Dunia dan Pernyataan Kemuliaan Allah


Yohanes 1:29-34 

Yohanes menunjuk kepada Yesus 

1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 
1:30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 
1:31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." 
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 
1:33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."


Renungan singkat:

Dalam bacaan Injil ini Yohanes Pembaptis berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Sesudah aku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
Aku sendiri mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi yang mengutus aku untuk membaptis dengan air telah berfirman.
Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
Dan aku telah melihat-Nya! Maka aku memberi kesaksian: Dia inilah Anak Allah."

Yohanes Pembaptis merupakan nabi terakhir dalam Perjanjian Lama dan nabi terbesar. ia mempunyai tugas yang sangat besar untuk mempersiapkan kedatangan Mesias, anak Allah. Yesus sendiri datang ke dunia mengemban tugas yang jauh lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Yesus membawa tugas dari Allah, yaitu:
1. Untuk menyatakan kemuliaan Allah. 
2. Untuk membawa umat manusia pada Allah.
3. Untuk menjadi terang bagi dunia.

Semoga kita selalu mengikuti Yesus sebagai terang, karena di dalam diri-Nya kemuliaan Allah dinyatakan. Semoga demikian. Tuhan memberkati! 🙏

Orang yang Berkenan di Hadapan Allah


Matius 3:13-17 

Yesus dibaptis Yohanes 

3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. 
3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" 
3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya. 
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, 
3:17 3 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Renungan singkat:

Dalam bacaan Injil ini, sesudah Yesus dibaptis, langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara yang mengatakan, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Siapakah yang sesungguhnya berkenan di hadapan Allah...? Kita semua berkenan di hadapan Allah, kita yang takut akan Tuhan dan selalu mengamalkan kebaikan.
Allah mengetahui segalanya meskipun kita bersembunyi dibalik kemunafikan dan kebohongan. Kita sendiri bertanggung jawab terhadap keselamatan jiwa kita masing-masing.

Menjadi orang yang berkenan di hadapan Allah butuh perjuangan. Setelah dibaptis, dosa-dosa kita diampuni dan kita disatukan dengan Kristus dan keluarga-Nya yaitu Gereja. Namun, sebagai manusia biasa kita kerap kali jatuh dalam dosa. Oleh sebab itu, kita harus melibatkan pertobatan dan memperbaiki diri secara terus-menerus.

Sudah berkenankah kita di hadapan Allah...? Semoga demikian. Tuhan memberkati! 🙏

Lakukanlah Segala Sesuatu dengan Tulus

Matius 1:18-24 

Kelahiran Yesus Kristus 

1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya  dengan diam-diam. 
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. 
1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,


Renungan singkat:

Dalam bacaan Injil ini, ketika mengetahui Maria hamil, Yusuf ingin menceraikan Maria tunangannya dengan diam-diam karena tidak mau mencemarkan nama Maria, sebab Yusuf adalah seorang yang "tulus hati". Akan tetapi, malaikat datang kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata agar supaya jangan takut untuk mengambil Maria sebagai istrinya sebab anak yang dikandung Maria adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan anak laki-laki dan Yusuf akan menamai dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yang disampaikan para nabi.

Jaman sekarang mungkin beda dengan jaman dulu. Kalau di saat jaman Maria dan Yusuf, hamil di luar nikah hukumannya adalah dirajam dengan batu dan dibuang ke luar kota. Namun, jaman sekarang hamil di luar nikah terlihat seakan sudah menjadi hal yang biasa. Meskipun begitu, masih banyak juga keluarga yang dengan taat masih mempertahankan ajaran Gereja. 
Yusuf adalah contoh seorang yang tulus kepada Allah dan keluarganya. Dia melakukan semuanya dengan tulus. Ketulusan adalah sesuatu yang masih menjadi perjuangan banyak orang. 

Banyak dari kita msh melakukan sesuatu dengan mengharapkan imbalan. Kita rajin berdoa kepada Tuhan di Gereja, rumah dan tempat lain, kita sering berlutut sampai lutut menghitam dan mengelupas, tetapi ketika kita mendapatkan masalah, mendapat pencobaan, permohonan tidak dikabulkan, kita marah, kecewa bahkan menjauh dari Tuhan.
Begitupun yang sering terjadi dalam masyarakat. Contohnya, kita memilih sahabat/saudara kita sebagai kepala desa, tetapi kita marah dan kecewa saat dia berhasil sedangkan kita tidak mendapatkan apa-apa, tidak mendapat proyek dari dana desa, tidak mendapatkan jabatan, dsb.
Begitupun yang terjadi di gereja. Contohnya, kita sering masuk gereja dan aktif dalam setiap kegiatan gereja, tetapi ketika pemilihan pengurus gereja kita tidak dipilih atau usul kita tidak diterima, dsb, kita kemudian tidak mendukung program pengurus gereja atau bahkan menghilang dari gereja.

Semoga kita semua tulus dalam melakukan segala sesuatu yang baik, tulus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita, tulus kepada Tuhan dan sesama. semoga demikian. Tuhan memberkati 🙏

Lakukanlah Tugas Kita Sesuai dengan Apa yang Menjadi Bagian Kita

Matius 11:2-11 

Yesus dan Yohanes Pembaptis 

11:2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, 
11:3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" 
11:4 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: 
11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. 
11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." 
11:7 Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? 
11:8 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. 
11:9 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. 
11:10 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. 
11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.


Renungan singkat:

Dalam bacaan Injil ini, Yohanes menyuruh muridnya bertanya kepada Yesus, "Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?" Lalu Yesus menjawab mereka, "Pergilah dan katakanlah apa yang kamu dengar dan kamu lihat: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak sangsi dan tidak menolak Aku." 
Jawaban Yesus kepada Yohanes Pembaptis sesuai dengan nubuat nabi Yesaya tentang Mesias (lih. Yes. 35:1-6a.10).

Yohanes Pembabtis adalah seorang nabi besar yang mempersiapkan kedatangan Sang Mesias. Banyak yang mengira bahwa Yohanes Pembaptis adalah yang dinantikan itu, tetapi Yohanes sadar diri. Dia tidak melakukan apa yang menjadi bagian Yesus, karena ia menyadari diri bahwa akan datang yang lebih besar dari dirinya, bahkan untuk membuka tali kasut-Nya pun ia tidak pantas. Jika Yohanes membaptis orang-orang dengan air, tetapi Yesus membaptis orang-orang dengan Roh Kudus dan api (lih. Matius 3:11). 

Jadi, dalam menjalani hidup ini lakukanlah apa yang menjadi tugas kita, yang menjadi bagian kita. Jangan mengambil bagian orang lain. Contohnya, jika kita bertugas sebagai kepala lingkungan/pala bertugaslah sesuai tugas pala jangan melakukan tugas yang menjadi bagiannya Lurah. Kalau Lurah wajar untuk mengawasi tugas Pala. Jika kita kepala keluarga atau ibu rumah tangga, uruslah keluarga kita, bukan mengurusi atau ikut campur urusan rumah tangga orang lain apalagi menjelek-jelekkan mereka. Belum tentu kita akan lebih baik jika kita berada di posisi mereka. 

Semoga kita melakukan tugas dan tanggung jawab dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi bagian kita. Tuhan memberkati! 🙏

Kalau Kamu Bertahan, Kamu Akan Memperoleh Hidupmu

Lukas 21:5-19 

Bait Allah akan diruntuhkan 

21:5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: 
21:6 "Apa yang kamu lihat di situ--akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." 

Permulaan penderitaan 

21:7 Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" 
21:8 Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. 
21:9 Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." 
21:10 Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, 21:11 dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. 
21:12 Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. 
21:13 Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. 
21:14 Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. 
21:15 Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. 21:16 Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh 
21:17 dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. 
21:18 Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. 
21:19 Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

Renungan singkat:

Inti dari bacaan Injil ini, kita jangan terlalu memikirkan tentang kiamat, apalagi mendengarkan orang yang sudah mengetahui kapan tepatnya kiamat datang. Karena Yesus pun tidak memberitahukan waktunya, tetapi memberikan gambaran lewat tanda-tanda, seperti akan terjadi gempa bumi dahsyat, dsb. Bahkan Yesus mengingatkan kita untuk 'waspada' terhadap orang yang mengaku sebagai Yesus, atau yang mengatakan, "Saatnya sudah dekat." Jangan sampai kita disesatkan.

Kita jangan memikirkan tentang kiamat, tetapi fokus pada hal-hal baik yang kita lakukan, fokus pada tanggung jawab kita dalam keluarga, masyarakat, gereja, atau pemerintahan. Yesus memberi jaminan bahwa tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang jika kamu melakukan apa yang dikatakan Yesus dan bertahan dalam penderitaan karena Yesus. Kalau kamu bertahan, kamu akan memperoleh hidup. Semoga demikian. Tuhan memberkati! 🙏

Ia Bukan Allah Orang Mati, melainkan Allah Orang Hidup


Lukas 20:27-38 

Pertanyaan orang Saduki tentang kebangkitan 

20:27 Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: 
20:28 "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. 
20:29 Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak. 
20:30 Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, 
20:31 dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak. 
20:32 Akhirnya perempuan itupun mati. 
20:33 Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." 
20:34 Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, 
20:35 tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. 
20:36 Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. 
20:37 Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. 
20:38 Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."


Renungan singkat:

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus dicobai orang Saduki yang tidak mengakui kebangkitan orang mati. Mereka bertanya tentang seorang istri yang ditinggal mati suaminya sampai 7 kali. Setelah semuanya mati, siapakah yang akan menjadi suami sang istri ketika hari kebangkitan...? Lalu Yesus menjawab bahwa orang-orang di dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi orang yang layak mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan orang mati, tidak kawin dan dikawinkan sebab mereka tidak dapat mati lagi. Mereka sama seperti malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah sebab mereka telah dibangkitkan.

Inti dalam bacaan Injil ini, kita harus memperjuangkan nilai-nilai sejati kehidupan. Jangan hanya terpusat pada hal-hal materialistis, kasat mata, atau yang tampak di depan mata. Kita harus memelihara dengan baik seluruh kehidupan kita baik jasmani, jiwa, dan rohani, agar kita layak dibangkitkan dari antara orang mati. Semoga demikian. Tuhan memberkati! 🙏

Tuhan Datang untuk Mencari dan Menyelamatkan yang Hilang

Lukas 19:1-10 

Zakheus 

19:1 1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 
19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 
19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 
19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 
19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." 
19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 
19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 
19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." 
19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."


Renungan singkat:

Allah adalah yang Maha Kuasa, tetapi Allah mengasihi manusia yang sebenarnya tidak ada apa-apanya, hanyalah debu. Hukuman yang diberikan Allah kepada manusia bukan untuk membinasakan, tetapi untuk memberikan pelajaran agar manusia bertobat dan hidup baik sesuai kehendak Allah. Oleh karena kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia, maka Allah mengutus Putera-Nya. Tuhan datang secara pribadi kepada orang berdosa. Yesus datang bukan untuk menghakimi orang berdosa, tetapi untuk menyelamatkannya.

Dalam bacaan Injil ini, Yesus menyelamatkan Zakheus, seorang kepala pemungut cukai yang amat kaya. Yesus tidak menghindari atau memusuhinya, tetapi merangkulnya dengan kasih. Yesus bahkan menumpang di rumah Zakheus, meskipun banyak orang yg bersungut-sungut karena Zakheus orang berdosa. Akhirnya Zakheus bertobat dan memberikan separuh hartanya untuk orang miskin, serta mengembalikan 4 kali lipat kepada orang yang dia peras. Akhirnya anak yang hilang itu telah kembali. Zakheus bertobat tidak hanya dalam kata-kata, tetapi diwujudkan dalam perbuatan baik.

Kita berdosa...? Jangan takut dan cemas karena Yesus datang bukan untuk menghakimi, tetapi untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Allah mengasihi kita orang berdosa, tetapi kita harus segera bertobat. Sudahkah kita bertobat...? Semoga demikian. Tuhan memberkati! 🙏

Waspadalah Senantiasa akan Kedatangan Tuhan

Lukas 12:32-48 

12:32 Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. 
12:33 Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! y  Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. 
12:34 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." 

Kewaspadaan 

12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. 
12:36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. 
12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. 
12:38 Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka. 
12:39 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. 
12:40 Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan." 
12:41 Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?" 
12:42 Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? 
12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 
12:44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 
12:45 Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, 
12:46 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. 
12:47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. 
12:48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."


Renungan singkat:

Dalam bacaan Injil ini Yesus berkata, "Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."

Kita semua pasti memiliki harapan karena harapan itu yang membuat kita senantiasa tabah dan berjuang. Seperti seorang hamba yang menantikan tuannya pulang. Ia terus berjaga-jaga dan siap membukakan pintu jika tuannya datang. Harapan yang membuat hamba ini terus bertahan hingga tuannya pulang.
Milikilah hati seorang hamba karena seorang hamba yang baik tahu kehendak tuannya dan akan melayani tuannya, sehingga ia akan semakin dipercaya dan diberikan suatu tanggung jawab yang lebih besar lagi oleh tuannya. Barangsiapa diberi dan dipercaya banyak, lebih banyak juga yang dituntut darinya.

Semoga kita tidak hanya berlomba-lomba berekreasi ke pantai, jalan-jalan di mall, dsb. Namun, kita juga berlomba-lomba melakukan sesuatu yang disukai Tuhan, misalnya beribadah, ikut misa di gereja, suka memberi atau membantu sesama yang membutuhkan, dan melakukan berbagai perbuatan baik lainnya. Semoga kita tetap setia bertahan melakukan segala sesuatu yang menyenangkan Tuhan karena kita mempunyai harapan. Semoga kita tidak hanya mengejar harta duniawi, tetapi yang terutama kita mengejar harta surgawi sehingga kita siap di saat Tuhan datang. Tuhan memberkati! 🙏

Bahaya Perbudakan Harta Dunia

Lukas 16:19-31 

Orang kaya dan Lazarus yang miskin 

16:19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. 
16:20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, 
16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. 
16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. 
16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. 
16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. 
16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. 
16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. 
16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, 
16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. 
16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. 
16:30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. 16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Renungan singkat:

Injil hari ini bercerita tentang Lazarus yang semasa hidupnya miskin dan menderita yang kemudian mati dan masuk surga, dan juga seorang yang kaya semasa hidupnya yang kemudian mati dan menderita di alam maut. Orang kaya itu kemudian meminta bapa Abraham agar menyuruh Lazarus mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahnya, sebab ia sangat kesakitan dalam nyala api.

Semua orang bisa masuk ke dalam surga entah dia miskin atau kaya, asalkan mereka mendengarkan Sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Harta kekayaan, kekuasaan, dsb, merupakan suatu godaan yang bisa menjauhkan manusia dari Tuhan. Orang-orang yang kaya akan hidup senang dan lebih mengandalkan hartanya, sedangkan orang yang miskin dan menderita akan mengandalkan Tuhan. 
Semoga kita semua tidak diperhamba oleh harta dunia. Tuhan memberkati! 🙏

OTHER POSTS

TRANSLATE

TOTAL PAGEVIEWS

  • "THANKS FOR YOUR VISIT!"



LATEST PRAYER POSTS

 
Copyright © GLORIA DEI World
Design by FlexiThemes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com | Modified by Franky